BAB
I
MAKSUD
DAN TUJUAN PRAKTIKUM
I.1 Maksud
Praktikum
Membahas
tentang pembuatan tabel dan pengelolaan tabel
I.2 Tujuan
Praktikum
1. Mahasiswa
memahami cara pembuatan maupun penghapusan tabel.
2. Mahasiswa
memahami cara mengedit struktur dari tabel.
3. Mahasiswa
mampu memanipulasi tabel sesuai dengan kebutuhan.
BAB II
DASAR
TEORI
Kali ini saya akan membahas tentang
pembuatan tabel dan manajemen tabel. Setelah MySQL berhasil Anda instal,
berikutnya Anda bisa membuat database dalam lingkungan MySQL. Database-database
yang Anda buat, maka akan dibuatkan subdirektori yang berkaitan dengan database
pada direktori data. Tabel-tabel yang Anda tambahkan ke database akan muncul
sebagai file-file dalam subdirektori. Jika Anda menghapus database, maka
subdirektori yang berkaitan dan file-filenya akan ikut dihapus. Langkah pertama
untuk men-setup database adalah membuat obyek database. Dari sini Anda bisa
memodifikasi definisinya atau menghapus database.
Langkah berikutnya untuk mengatur
database, setelah membuat obyek database aktual, adalah menambahkan tabel-tabel
yang diperlukan ke database tersebut. Tabel-tabel tersebut menyediakan sebuah
struktur untuk menyimpan dan mengamankan data. Semua data berada di dalam
struktur tabel, dan semua tabel berada dalam struktur database. Sebagai
tambahan untuk membuat tabel, Anda juga dapat memodifikasi definisi tabel atau
menghapus tabel dari database.
Materi Sebuah tabel terdiri
dari baris (row) dan kolom (column), dimana jumlah dan nama kolom harus
didefinisikan terlabih dahulu di awal. Sedangkan baris merupakan sebuah
variabel yang dapat dihapus dan diisi kapanpun, sehingga jumlahnya selalu
berubah sesuai dengan jumlah data didalamnya. Setiap kolom dalam tabel
mempunyai tipe data, tipe data digunakan untuk membatasi jenis data yang bisa
dimasukkan, sehingga akan mempermudah dalam menggunakannya dan melakukan
pengelolaan selanjutnya. Sangat disarankan pada saat akan membuat tabel,
sebaiknya membuat sebuah aturan khusus dalam penentuan tabel-tabel yang akan
dibuat dan memberikan nama kolom maupun tipe datanya.
1.
Membuat Tabel dan menghapus tabel
Tabel
harus memiliki primary key, artinya dalam pembuatan tabel haruslah terdapat
sekelompok kolom (field) yang menyebabkan setiap baris (record) dalam tabel
tersebut tidak sama dan juga digunakan untuk mempercepat dalam pencarian.
Deklarasi
primary key tidak boleh kosong (null), jadi kita harus mendeklarasikan sebagai
not null. Namun secara default PostgreSQL menganggapnya sebagai nullable (boleh
kosong), jika waktu pengisian tidak menyebutkan null atau not null.
Struktur query
yang digunakan membuat tabel dengan dua kolom:
create table
namatabel (namakolom tipedata
keterangan, namakolom tipedata keterangan);
*Cttn : Untuk
melihat struktur tabel yang telah dibuat ketikkan perintah \d dan melihat semua
tabel menggunakan \z.
Struktur query
yang digunakan menghapus tabel :
drop table
namatabel;
2.
Memanipulasi tabel atau mengubah struktur table
Dalam pembuatan
tabel sebaiknya direncanakan field dan tipe datanya untuk meminimalisir kesalahan
saat tabel telah berisi data. Namun meskipun begitu bukan berarti tabel tidak
bisa diubah dan dihapus. PostgreSQL telah menyediakan utilitas untuk manipulasi
ini dan perlu diingat hal ini bukan manipulasi data melainkan manipulasi
struktur tabelnya.
Struktur query
yang digunakan untuk menghapus kolom :
alter table namatabel
drop column “namakolom”;
Struktur query
yang digunakan untuk menambah kolom:
alter table
namatabel add column “namakolom” tipe data;
Struktur query
yang digunakan untuk mengubah nama tabel :
alter table
namatabelasal rename to namatabelbaru;
Struktur query
yang digunakan untuk mengubah nama kolom :
alter table
namatable rename column “namakolom asal” to namakolombaru;
Struktur query
yang digunakan untuk mengubah type dari kolom tertentu :
alter table
namatable alter column namakolom type namatypepengganti;
Struktur query
yang digunakan untuk menambahkan primary key pada tabel :
alter table
namatabel add primary key (namakolom);
3.
Membuat temporary tabel
Temporary
tabel sifatnya hanya sementara artinya akan aktif hanya ketika kita sedang
berada atau login ke database namun ketika kita logout dari psql database maka
secara otomatis temporary tabel akan terhapus. Struktur query yang digunakan
membuat tabel dengan dua kolom:
create
temporary table namatabel (namakolom
tipedata keterangan ,
namakolom tipedata keterangan);
4.
Mengatur Hak akses dalam database
Pada
saat membuat tabel pada user tertentu maka hanya user tersebut dan user
postgres yang dapat mengakses tabel itu.
Namun jika kita ingin agar tabel yang telah dibuat pada user kita dapat diakses
oleh user tertentu atau semua user yang berada pada PostgreSQL, maka semua itu
dapat dilakukan dengan perintah GRANT. Jika ingin mencabut hak akses kita bisa
menggunakan perintah REVOKE. Berikut
struktur penggunaan GRANT untuk semua
hak akses : grant all on table namatabel to namauser; Berikut struktur penggunaan REVOKE untuk
semua hak akses : revoke all on table namatabel from namauser; Struktur query untuk menghapus salah satu hak
akses, misalnya UPDATE : revoke update on tabel namatabel from namauser; Struktur query untuk memberi salah satu hak
akses, misalnya DELETE : grant delete on tabel namatabel to namauser;
5.
Inheritance
Inheritance
dipergunakan jika ingin membuat sebuah tabel baru yang berhubungan dengan tabel
yang ada, dengan kata lain turunan tabel pertama. Struktur penggunaan query inheritance
:
create
temporary table namatabel (namakolom
tipedata keterangan ,
namakolom tipedata keterangan) inherits (namatabelinduk);
Sumber : modul
praktikum desain basis data 2014.pdf
Hasil Praktikum
(menggunakan PostgreSQL)
1.
Buatlah sebuah tabel dengan nama identitasNIM dan dengan nama
fieldnya
3.
Hapus kolom “alamat_idn” dan tampilkan struktur dari tabel pegawai
tadi.
4.
Tambahkan kolom “pekerjaan_idn” dengan type data varchar dan
tampilkan struktur tabel pegawai.
5.
Ubah nama tabel pegawai menjadi pekerjaNIM kemudian ubah nama kolom
“pekerjaan_idn” menjadi “alamat_idn” dan tampilkan.
6.
Berikan Primary key pada tabel pekerjaNIM dan ubah type data pada
kolom “alamat_idn” menjadi text. Kemudian tampilkan struktur tabel.
7.
Hapus tabel pekerjaNIM.
8.
Buat temporary tabel dengan nama mahasiswa_sementara dengan 3 kolom
yaitu id, nama, tanggal lahir dan tampilkan tabel atau strukturnya.
9.
Hapus semua hak akses tabel tertentu kepada salah satu user yang
telah dibuat dan lakukan pengecekan. Kemudian berikan semua hak akses kembali
dan lakukan pengecekan kembali. Hapus hak akses SELECT tabel tertentu kepada
salah satu user dan lakukan pengecekan.
10.
Buat tabel baru dengan nama Gaji, dengan catatan pembuatan tabel
berasal dari turunan tabel number 1 dan tambahkan kolom gaji kotor, pajak, dan
gaji bersih. Kemudian tampilkan strukturnya.
(menggunakan MYSQL)
1.
Buatlah sebuah tabel dengan nama identitasNIM dan dengan nama
fieldnya
2.
Buatlah sebuah tabel lagi dengan nama pegawai dan nama field sama
dengan tabel identitas.
3.
Hapus kolom “alamat_idn” dan tampilkan struktur dari tabel pegawai
tadi.
4.
Tambahkan kolom “pekerjaan_idn” dengan type data varchar dan
tampilkan struktur tabel pegawai.
5.
Ubah nama tabel pegawai menjadi pekerjaNIM kemudian ubah nama kolom
“pekerjaan_idn” menjadi “alamat_idn” dan tampilkan.
6.
Berikan Primary key pada tabel pekerjaNIM dan ubah type data pada
kolom “alamat_idn” menjadi text. Kemudian tampilkan struktur tabel.
7.
Hapus tabel pekerjaNIM.
8.
Buat temporary tabel dengan nama mahasiswa_sementara dengan 3 kolom
yaitu id, nama, tanggal lahir dan tampilkan tabel atau strukturnya.
9.
Hapus semua hak akses tabel tertentu kepada salah satu user yang
telah dibuat dan lakukan pengecekan. Kemudian berikan semua hak akses kembali
dan lakukan pengecekan kembali. Hapus hak akses SELECT tabel tertentu kepada
salah satu user dan lakukan pengecekan.
10.
Buat tabel baru dengan nama Gaji, dengan catatan pembuatan tabel
berasal dari turunan tabel number 1 dan tambahkan kolom gaji kotor, pajak, dan
gaji bersih. Kemudian tampilkan strukturnya.
·
Pada soal nomer 10, yaitu tabel berasal dari turunan tabel 1 dengan
penambahan beberapa kolom, PostgreSQL lebih unggul, Karena fasilitas
inheritance atau pewarisan/turunan tabel merupakan salah satu keunggulannya disbanding
DBMS lain (termasuk MySQL) dalam membuat tabel keturunan. Keunggulan ini
merupakan salah satu wujud atau implementasi konsep berorientasi objek didalam
pengelolaan basis data.
(Tugas di rumah)
Melanjutkan
tugas ERD kemaren nih..
Buat
database dan tabel sistem pada pertemuan 1 menggunakan query dan dilengkapi
dengan tampilan strukturnya. Ini dia
strukturnya.
Sistem
Informasi Hotel Rayyan
Berikut
ini rancangan tabel informasi yang saya buat minggu lalu
Saya
menggunakan database dengan localhost:
Evaluasi
perbandingan
Untuk
postgre sql sudah support joins, views, aggregasi. My Sql cocok diaplikasikan
diaplikasi kelas kecil dan menengah. Kelebihan paling utama engine ini adalah
kecepatannya. Untuk sekarang ini Mysl sudah dibeli oleh Oracle, bagaimana nasib
Mysql nantinya kita tunggu episode nya saja :D.
Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum ini,
dapat diambil kesimpulan bahwa peranan tabel dalam suatu database sangatlah
penting. Karena tanpa suatu tabel dalam database maka akan mengalami kesulitan,
pengamanan dan informasi tidak tertampilkan. Karena merujuk dari fungsi dari
suatu tabel itu sendiri adalah untuk memberikan suatu informasi dan mengamankan
data
Saran
Saya menyarankan untuk semuanya agar
mempelajari PostgreSQL dan MYSQL lebih banyak dan lebih rutin. Karena dengan
istiqomah melatihnya insyaallah anda bisa menjadi terbiasa dan ahli dalam
bidang ini.
Kritik
Dalam laporan ini, masih banyak
terdapat beberapa kekurangan dalam 2 DBMS yang digunakan karena keterbatasan
pengetahuan.
Manfaat
Artikel ini sangat bermanfaat untuk
anda yang masih awam dan bingung untuk membedakan Antara PostgreSQL dan MYSQL. Dan
juga terdapat beberapa pengertian serta query yang dilengkapi dengan contoh.
0 komentar:
Posting Komentar