Senin, 03 November 2014

Praktikum 6 - Normalisasi

Edit Posted by with No comments
BAB I
MAKSUD DAN TUJUAN PRAKTIKUM

I.1 Maksud Praktikum

1. Membahas normalisasi sebagai teknik analisis database.
2. Membahas langkah – langkah dalam Normalisasi

I.2 Tujuan Praktikum

1. Memahami pengertian dan tujuan dari Normalisasi.
2. Memahami Langkah – langkah dalam Normalisasi.


               


BAB II
DASAR TEORI
1)     
Pengertian Normalisasi
     a)      Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis data yang      mengelompokkan atribut dari suatu relasi sehingga membentuk struktur relasi yang baik (tanpa redudansi).
     b)      Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan.

2)      Tujuan Normalisasi
    a)      Untuk menghilang kerangkapan data
    b)      Untuk mengurangi kompleksitas
    c)      Untuk mempermudah pemodifikasian data

3)       Proses Normalisasi
    a)      Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
    b)      Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.

4)       Tahapan Normalisasi
    a)      Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF) hingga paling ketat (5NF)
    b)      Biasanya hanya sampai pada tingkat 3NF atau BCNF karena sudah cukup memadai untuk menghasilkan tabel-tabel yang berkualitas baik.
    c)      Urutan: 1NF, 2NF, 3NF, BCNF, 4NF, 5NF
i)        1NF
Aturan :
·         Tidak adanya atribut multi-value, atribut komposit atau kombinasinya.
·         Mendefinisikan atribut kunci.
·         Setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi lagi)
ii)      2NF
Aturan :
·         Sudah memenuhi dalam bentuk normal kesatu (1NF)
·         Semua atribut bukan kunci hanya boleh tergantung (functional dependency) pada atribut kunci
·         Jika ada ketergantungan  parsial maka atribut tersebut harus dipisah pada tabel yang lain
·         Perlu ada tabel penghubung ataupun kehadiran foreign key bagi atribut-atribut yang telah dipisah tadi
iii)    3NF
Aturan :
·         Sudah berada dalam bentuk normal kedua (2NF)
·          Tidak ada ketergantungan transitif (dimana atribut bukan kunci tergantung pada atribut bukan kunci lainnya).

Tabel-tabel yang memenuhi kriteria normalisasi ketiga, sudah siap diimplementasikan. Sebenarnya masih ada lagi bentuk normalisasi yang lain; Normalisasi Boyce-Codd, 4NF, 5NF, hanya saja jarang dipakai. Pada kebanyakan kasus, normalisasi hanya sampai ketiga.

iv)    BCNF
·         Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk:       X à Y maka X adalah super key
·         tabel tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi
·         Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF . Perbedaannya, untuk functional dependency X à A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key.
v)      4NF
·         Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tersebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued atribute
·         Untuk setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional dependencies
vi)    5NF
·         Bentuk normal 5NF terpenuhi jika tidak dapat memiliki sebuah lossless decomposition menjadi tabel-tabel yg lebih kecil.
·         Jika 4 bentuk normal sebelumnya dibentuk berdasarkan functional dependency, 5NF dibentuk berdasarkan konsep join dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah di-dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil, harus bisa digabungkan lagi (join) untuk membentuk tabel semula

Sebuah tabel dikatakan baik (efisien) atau normal jika memenuhi 3 kriteria sbb:
·           Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya  harus dijamin aman (Lossless-Join Decomposition). Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan / didekomposisi menjadi tabel-tabel baru, tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
·           Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency Preservation).
·           Tidak melanggar Boyce-Codd Normal Form (BCNF) (-akan dijelaskan kemudian-)

Jika kriteria ketiga (BCNF) tidak dapat terpenuhi, maka paling tidak tabel tersebut tidak melanggar Bentuk Normal  tahap ketiga (3rd Normal Form / 3NF).

Sumber  >> fana.dosen.narotama.ac.id/files/2013/06/NORMALISASI-DATA.ppt

Hasil Praktikum dan Tugas






Tahap 2NF







ERD


Kesimpulan
            Setelah melakukan praktikum kali ini, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical design sebuah basis data yang mengelompokkan atribut suatu relasi sehingga membentuk suatu struktur relasi yang baik ( tanpa redudansi). Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga besar ambiguity bisa dihilangkan.
Saran
            Perlu dalam meningkatkan belajar atau refensi yang lebih dalam membuat database agar dapat diperoleh database dengan kualitas baik dengan normalisasi yang ada.
Kritik
            Dalam laporan ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan karena terbatasnya praktikan dalam melakukan proses normalisasi.dibutuhkan ketelitian dalam menganalisa dalam database yang akan dinormalisasi
Manfaat
            Dalam praktikum kali ini kita dapat pengertian normalisasi dan cara dalam melakukan normalisasi untuk pembuatan database yang lebih baik
Salam semangat J



0 komentar:

Posting Komentar