Abstract - The discussion about language as the communication device is can not be rid of the information and communication technology development nowadays that grow so fast. One of them is the development in text to speech synthesis technology from natural language processing branch of science. From all of the language in the world, there is one of the language that be used commonly wide as the first language from various country, that is Arabian Language. In other side, the research development of text to speech in Arabian Language still get lack of attention although Arabian Language is become one of the language with commonly user worldwide, in particular this development in education sector. This thing become a base in development of text to speech application for Arabian Language that can be used for learning pronounce the word in daily Arabian Language based on website. This research focused on the development a simple algorithm in Arabian Language text to speech process by combine the word or sentence that will be pronounced. According to the testing result with 40 word samples get the success percentage is about 95%, with the condition that are hijaiyah character has the harakat, there is no symbol,number, and reading sign in input text, and the input text that contain reading rule or tajwid can not be processed to pronounce with tajwid. Keywords - text to speech, Arabian Language, learning, website, natural language processing
1. Pendahuluan
Menurut Abdul Chair seperti dikutip oleh Rohim dkk (2009), bahasa adalah suatu sistem lambang berupa bunyi yang bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri.[1] Dari banyaknya bahasa yang ada di dunia terdapat salah satu bahasa yang paling banyak digunakan sebagai bahasa pertama dari berbagai negara yaitu bahasa Arab. Berdasarkan ethnologue yaitu situs referensi riset bahasa dari seluruh negara di dunia menyatakan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa kelima terbanyak digunakan, dengan jumlah pengguna sebesar 223 juta jiwa dari 59 negara berbeda. Jumlah ini belum termasuk dengan pengguna bahasa Arab dari negara lain yang bahasa pertama di negaranya bukan bahasa Arab, dan dengan total keseluruhan pengguna bahasa Arab dari seluruh dunia lebih dari 450 juta jiwa.[2] Pembahasan mengenai bahasa sebagai alat komunikasi baik dalam bentuk percakapan maupun tertulis, tidak lepas dari teknologi informasi dan komunikasi yang hingga saat ini berkembang dengan sangat cepat. Salah satunya adalah perkembangan dalam bidang teknologi text to speech synthesis yang merupakan cabang ilmu dari pemrosesan bahasa alami. Berkembangnya teknologi text to speech ini diikuti dengan semakin banyak peneliti yang mengangkat text to speech sebagai bahan penelitian yang diterapkan dalam berbagai macam bahasa dan kepentingan. Oleh karena itu tidak sedikit yang menerapkan text to speech ke dalam bidang pendidikan, yang berupa aplikasi dan media yang menyediakan suara sebagai fitur pendukung. Berbeda halnya dengan bahasa Inggris dan Perancis yang lebih banyak dikembangkan dalam penelitian text to speech, pengembangan penelitian text to speech dalam bahasa Arab kurang mendapat perhatian meskipun bahasa Arab merupakan salah satu bahasa dengan pengguna terbanyak, khususnya pengembangan dalam bidang pendidikan. Berdasarkan pembahasan diatas, maka perlu dikembangkan sebuah aplikasi text to speech converter dalam pengucapan kata berbahasa Arab sehari-hari berbasis web yaitu Al-lughoh. Text to speech converter pada Al-lughoh digunakan sebagai alat yang dapat membantu dalam mengeluarkan suara pelafalan dari teks bahasa Arab dalam setiap materi yang ditampilkan, evaluasi dan untuk fitur khusus yang memungkinkan pengguna untuk memasukkan sendiri teks Arab yang ingin didengar pelafalan suaranya.
2. Teori Dasar
2.1 Kecerdasan Buatan (Artificial Intellegence)
Perancangan aplikasi text to speech converter dalam pengucapan kata berbahasa Arab sehari-hari, merupakan salah satu pengaplikasian dari bidang ilmu dalam lingkup utama kecerdasan buatan yaitu pengolahan bahasa alami (natural language processing). Menurut John McCarthy seperti dikutip oleh Muhammad Dahria (2008), kecerdasan buatan
bertujuan untuk mengetahui dan memodelkan proses-proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia.[3] Dua bagian utama yang dibutuhkan untuk aplikasi kecerdasan buatan :
1. Basis pengetahuan (knowledge base), berisi fakta-fakta, teori, pemikiran yang memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya.
2. Motor inferensi (inference engine), kemampuan untuk menarik kesimpulan berdasarkan pengetahuan.
Gambar 1. Penerapan
Konsep Kecerdasan Buatan di Komputer
2.1.1
Lingkup Utama Kecerdasan Buatan
Lingkup utama dalam
kecerdasan buatan antara lain:
1. Sistem Pakar (Expert
System)
Pada sistem pakar,
komputer digunakan sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar.
Dengan demikian komputer akan memiliki keahlian untuk menyelesaikan
permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki oleh pakar.
2. Pemrosesan Bahasa
Alami (Natural Language Processing)
Dengan pengolahan
bahasa alami ini diharapkan user dapat berkomunikasi dengan komputer
dengan menggunakan bahasa sehari-hari. Memberi kemampuan pengguna komputer
untuk berkomunikasi dengan komputer dalam bahasa mereka sendiri (bahasa
manusia).
3. Pengenalan Ucapan
(Speech Recognition)
Melalui pengenalan
ucapan diharapkan manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan
suara.
4. Robotika dan
Sistem Sensor (Robotics and Sensory Systems)
Sistem sensor,
seperti sistem visi dan pencitraan serta sistem pengolahan sinyal, merupakan
bagian dari robotika. Sebuah robot, yaitu perangkat elektromekanik yang
diprogram untuk melakukan tugas manual, tidak semuanya merupakan bagian dari
AI. Robot yang hanya melakukan aksi yang telah diprogramkan dikatakan sebagai
robot bodoh yang tidak lebih pintar dari lift. Robot yang cerdas biasanya
mempunyai perangkat sensor, seperti kamera, yang mengumpulkan informasi
mengenai operasi dan lingkungannya. Kemudian bagian AI robot tersebut
menerjemahkan informasi tadi dan merespon serta beradaptasi jika terjadi
perubahan lingkungan.
5. Computer Vision
Merupakan kombinasi
dari pencitraan, pengolahan citra, pengenalan pola serta proses pengambilan
keputusan. Tujuan utama dari komputer visi adalah untuk menerjemahkan suatu
pemandangan. Komputer visi banyak dipakai dalam kendali kualitas produk
industri.
6. Intelligent
Computer-aided Instruction
Komputer dapat
dimanfaatkan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar. Belajar melalui
komputer sudah lama digunakan, namun dengan menambahkan aspek kecerdasan
didalamnya, dapat tercipta komputer “guru” yang dapat mengatur teknik
pengajarannya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan “murid” secara individiual.
7. Mesin Belajar (Machine
Learning)
Mesin belajar
merupakan sekumpulan metode untuk mencoba mengajari atau melatih komputer untuk
memecahkan masalah atau mendukung usaha pemecahan masalah dengan menganalisa
kasus-kasus yang telah terjadi. Dua metode mesin belajar yang paling populer
adalah komputasi neural dan logika samar. 2.2 Pengolahan Bahasa Alami (Natural
Language Processing)
Pengolahan bahasa
alami adalah bidang ilmu komputer dan linguistik yang berkaitan dengan
interaksi antara komputer dan manusia. Seluler generasi bahasa sistem komputer
yang mengubah informasi dari database ke dalam bahasa manusia yang dapat
dibaca. Tujuan dalam bidang natural language ini adalah melakukan proses
pembuatan model komputasi dari bahasa, sehingga dapat terjadi suatu interaksi
antara manusia dengan komputer dengan perantara bahasa alami. Model komputasi
ini dapat berguna untuk keperluan ilmiah misalnya meneliti sifat-sifat dari
suatu bentuk bahasa alami maupun untuk keperluan sehari-hari dalam hal ini
memudahkan komunikasi antara manusia dengan komputer. Sebuah natural
language system harus memperhatikan pengetahuan terhadap bahasa itu
sendiri, baik dari segi kata yang digunakan, bagaimana kata-kata tersebut
digabung untuk menghasilkan suatu kalimat, apa arti sebuah kata, apa fungsi
sebuah kata dalam sebuah kalimat dan sebagainya. Sebagai contoh, dalam suatu percakapan,
sesorang mungkin dapat menjawab suatu pertanyaan atau ikut dalam suatu
percakapan dengan tidak hanya berdasar pada kemampuan berbahasa tapi juga harus
tahu misalnya kata istilah yang umum digunakan dalam kelompok percakapan itu
atau bahkan harus tahu konteks dari percakapan itu. 2.2.1 Subsistem
Pengolahan Bahasa Alami Pemikiran Chomsky yang merepresentasikan bahasa
sebagai kumpulan simbol-simbol dan aturan yang mengatur susunan simbol-simbol
tersebut telah membuka peluang untuk melakukan pengolahan bahasa secara
simbolik dengan teknologi komputer, sehingga melahirkan bidang ilmu natural
language processing (Arry, 2004).
Suatu sistem
pemrosesan bahasa alami secara lisan dapat dibentuk dari tiga subsistem, yaitu
sebagai berikut:
1. Subsistem Natural
Language Processing (NLP)
Berfungsi untuk
melakukan pemrosesan secara simbolik terhadap bahasa tulisan. Beberapa bentuk
aplikasi subsistem ini adalah translator bahasa alami, sistem pemeriksa sintaks
bahasa, sistem yang dapat ”menyimpulkan” suatu narasi, dan sebagainya.
2. Subsistem Text
to speech (TTS)
Berfungsi untuk
mengubah teks (bahasa tulisan) menjadi ucapan (bahasa lisan).
3. Subsistem Speech
Recognition (SR)
Merupakan kebalikan
teknologi text to speech, yaitu sistem yang berfungsi untuk mengubah
atau mengenali suatu ucapan (bahasa lisan) menjadi teks (bahasa tulisan). 2.3
Text to Speech Text to speech (TTS) diartikan sebagai proses
pengubahan teks menjadi audio digital dan diucapkan. Pengucapan ini dapat
berupa pengiriman audio digital tersebut ke pengeras suara komputer atau
menyimpan hasil pengubahan tersebut untuk diputar nanti. Dalam mengubah teks
menjadi audio, TTS engine menggunakan bermacam-macam metode, antara
lain:
1. Penggabungan frasa
kata.
Metode ini
menggabungkan frasa kata yang sebelumnya telah direkam untuk membentuk sebuah
kalimat dan merupakan metode yang paling mudah serta paling banyak digunakan
saat ini. Kebanyakan sistem voice-mail menggunakan metode ini. Sebagai
contoh, pesan pada voice-mail "Anda mempunyai [dua] buah
pesan", ini merupakan pesan yang terdiri dari tiga bagian yaitu dua buah
pesan yang bersifat statis "Anda mempunyai" dan "buah
pesan" serta sebuah pesan yang bersifat dinamis tetapi telah dipersiapkan
sebelumnya yaitu "dua".
2. Sintesis kata.
Metode ini
menghasilkan sintesis atau tiruan kata secara elektronik dengan menerapkan
algoritma perhitungan yang kompleks untuk mensimulasikan pita suara, rongga
mulut, bentuk bibir dan posisi lidah. Suara yang dihasilkan dari metode ini
seperti suara robot tetapi dengan algoritma yang telah ada pada text to
speech engine menjadi seperti suara manusia.
3. Penggabungan frasa
kata dan sintesis kata.
Metode ini
menggabungkan segmen audio dan menggunakan algoritma perhitungan untuk
menghaluskan jeda guna menghasilkan suara yang utuh. Contohnya adalah
"hello", terdiri dari empat segmen.
Text
to speech mengkonversi teks dalam format suatu bahasa menjadi ucapan sesuai
dengan pembacaan teks dalam bahasa yang digunakan. Sistem text to speech memerlukan
dua proses konversi, yaitu konversi teks ke fonem dan konversi fonem ke ucapan.
Kedua proses tersebut dilakukan secara berurutan dengan masukan berupa teks dan
keluaran berupa ucapan.
Gambar 2. Diagram
blok sistem konversi teks ke ucapan (dalam bahasa Indonesia)
2.3.1
Proses Konversi Teks ke Fonem (Text to Phoneme) Proses
konversi teks ke fonem berfungsi untuk mengolah kalimat masukan dalam suatu
bahasa tertentu yang berbentuk teks menjadi rangkaian kode-kode bunyi yang
direpresentasikan dengan kode fonem, durasi serta pitch-nya. Kode-kode
fonem adalah kode yang merepresentasikan unit bunyi yang ingin diucapkan.
Pengucapan kata atau kalimat pada prinsipnya adalah urutan bunyi atau secara
simbolik adalah urutan kode fonem. Konversi dari teks ke fonem sangat
dipengaruhi oleh aturan-aturan yang berlaku dalam suatu bahasa. Pada prinsipnya
proses ini melakukan konversi dari simbol-simbol tekstual menjadi simbol-simbol
fonetik yang merepresentasikan unit bunyi terkecil dalam suatu bahasa. Setiap
bahasa memiliki aturan cara pembacaan dan cara pengucapan teks yang sangat
spesifik. Hal ini menyebabkan implementasi unit konverter teks ke fonem menjadi
sangat spesifik terhadap suatu bahasa. Untuk mendapatkan ucapan yang lebih
alami, ucapan yang dihasilkan harus memiliki intonasi (prosody). Secara
kuantisasi, prosodi adalah perubahan nilai frekuensi dasar (pitch)
selama pengucapan kalimat dilakukan atau pitch sebagai fungsi waktu. 2.3.2
Proses Konversi Fonem ke Ucapan (Phoneme to Speech) Proses konverter
fonem ke ucapan akan menerima masukan berupa kode-kode fonem serta pitch dan
durasi yang dihasilkan oleh bagian sebelumnya. Berdasarkan kode-kode tersebut,
bagian konverter fonem ke ucapan akan menghasilkan bunyi atau sinyal ucapan
yang sesuai dengan kalimat yang ingin diucapkan. Ada beberapa alternatif teknik
yang dapat digunakan untuk implementasi bagian ini.
Dua teknik yang
banyak digunakan adalah formant synthesizer, serta diphone
concatenation. Formant synthesizer bekerja berdasarkan suatu model
matematis yang akan melakukan komputasi untuk menghasilkan sinyal ucapan yang
diinginkan. Synthesizer jenis ini telah lama digunakan pada berbagai
aplikasi. Walaupun dapat menghasilkan ucapan dengan tingkat kemudahan
interpretasi yang baik, synthesizer ini tidak dapat menghasilkan ucapan dengan
tingkat kealamian yang tinggi. Synthesizer yang menggunakan teknik diphone
concatenation bekerja dengan cara menggabungkan segmen-segmen bunyi yang
telah direkam sebelumnya. Setiap segmen berupa diphone yaitu gabungan
dua buah fonem. Synthesizer jenis ini dapat menghasilkan bunyi ucapan
dengan tingkat kealamian yang tinggi. Struktur sistem seperti di atas pada
prinsipnya merupakan konfigurasi tipikal yang digunakan pada berbagai sistem text
to speech berbagai bahasa. Namun demikian, pada setiap sub-sistem terdapat
sifat-sifat serta proses-proses yang sangat spesifik dan sangat tergantung dari
bahasanya.
Konverter fonem ke
ucapan berfungsi untuk membangkitkan sinyal ucapan berdasarkan kode-kode fonem
yang dihasilkan dari proses sebelumnya. Sub sistem ini harus memiliki pustaka
setiap unit ucapan dari suatu bahasa. Pada sistem yang menggunakan teknik diphone
concatenation, sistem harus didukung oleh suatu diphone database yang
berisi rekaman segmen-segmen ucapan yang berupa diphone. Ucapan dalam
suatu bahasa dibentuk dari satu
set bunyi yang
mungkin berbeda untuk setiap bahasa, oleh karena itu setiap bahasa harus
dilengkapi dengan
diphone
database yang berbeda. Tahap normalisasi teks berfungsi untuk mengubah
semua teks kalimat yang ingin diucapkan menjadi teks yang secara lengkap
memperlihatkan cara pengucapannya.
3.
Hasil Eksperimen
Adapun nama dari text
to speech converter engine yang dirancang untuk pembelajaran pengucapan
kata berbahasa Arab sehari-hari ini adalah “Al-lughoh”. Text to speech
converter pada Al-lughoh digunakan sebagai alat yang dapat membantu dalam mengeluarkan
suara pelafalan dari teks bahasa Arab dalam setiap materi yang ditampilkan,
evaluasi dan fitur khusus yang memungkinkan pengguna untuk memasukkan sendiri
teks Arab yang ingin didengar
pelafalan suaranya. Aplikasi
yang dirancang terdiri dari halamanhalaman yang memiliki fungsi tertentu sesuai
dengan fitur dan proses yang ada pada aplikasi. Halaman-halaman tersebut dapat
diakses dengan cara mengisi
form login terlebih
dahulu. Terdapat dua halaman utama pada aplikasi Allugho, yaitu halaman
pengguna dan halaman admin. Untuk mengakses kedua halaman ini, pengunjung diharuskan
untuk mengisi username dan password melalui form login. Berikut
merupakan tampilan halaman utama pengguna.
Tampilan aplikasi
dari halaman admin dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Antarmuka
halaman utama admin
Berikut merupakan
tampilan dari form fitur text to speech yang akan diisi dengan
teks Arab.
Adapun struktur
antarmuka sistem dapat dilihat pada Gambar 6.
3.1
Konversi Teks Arab ke Teks Latin
Pada tahap ini teks
Arab yang telah dimasukkan akan diparsing menjadi satuan huruf, setiap
karakter huruf Arab memiliki kode ascii yang berbeda, dari setiap kode ascii
tersebut kemudian dicocokkan dengan karakter latin sesuai yang terdapat pada database,
sehingga setiap karakter latin yang didapat akan disusun kemudian
menghasilkan kalimat latin hasil konversi dari teks Arab sebelumnya. Alur
proses konversi dari teks Arab ke teks latin dapat dilihat pada
Gambar 7.
Gambar 7. Flowchart proses konversi dari karakter teks Arab ke teks latin
3.2 Parsing
Teks Latin
Pada tahap ini, teks
latin yang telah didapat dari proses sebelumnya akan diparsing menjadi
satuan suku kata. Berikut merupakan alur proses parsing teks latin menjadi
suku kata.
Gambar 8. Flowchart
proses pencarian suku kata
3.3 Load
Audio
Tahap load audio merupakan
tahapan mencari data audio dari suku kata yang telah didapat pada proses
sebelumnya. Data audio yang berupa pelafalan dari suku kata akan
dirangkai menjadi satuan suara pelafalan dari teks Arab yang dimasukkan.
3.4
Analisis Hasil Pengujian
Pengujian yang
dilakukan pada aplikasi ini menggunakan teknik pengujian black box yang
akan memeriksa apakah sistem dapat berjalan dengan benar sesuai dengan yang
diharapkan berdasarkan hasil akhir dari pengujian. Pengujian black box untuk
text to speech bahasa Arab dilakukan melalui simple testing dimana
akan dilakukan pengujian dengan beberapa sampel kalimat yang akan dilafalkan.
Adapun indicator keberhasilan dari hasil pengujian ini adalah
memperoleh audio
pelafalan bahasa Arab yang sesuai maupun mendekati dari pelafalan yang dimaksud.
Adapun dalam pengujian ini akan dimasukkan sampel berupa kata dan kalimat.
Sampel kata yang digunakan untuk bahan pengujian adalah 40 kata dari bahasa
Arab. Dari 40 sampel kata yang diuji terdapat satu kata yang tidak berhasil
dikeluarkan suara pelafalannya, sehingga persentase keberhasilan yang terjadi
adalah sebesar 97,5%. Dengan rumus persentase keberhasilan sebagai berikut:
4.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil
analisis dan pengujian terhadap penggunaan aplikasi pengolah bahasa text to
speech yang dimanfaatkan dalam media pembelajaran pengucapan kata berbahasa
Arab sehari-hari berbasis web, maka dapat diperoleh kesimpulan akhir sebagai
berikut :
1. Text to speech
converter engine yang dimanfaatkan untuk aplikasi pembelajaran pengucapan
kata berbahasa Arab sehari-hari berbasis web telah berhasil dikembangkan.
2. Proses mendapatkan
pelafalan suara dari teks masukan menggunakan algoritma parsing pada
proses text to speech bahasa Arab, telah berhasil dikembangkan dengan
persentase tingkat keberhasilan berdasarkan hasil pengujian adalah sebesar
97,5%.
3. Algoritma parsing
sederhana untuk proses mengubah teks Arab ke latin dan dari latin hingga
dapat menghasilkan suara telah berhasil diterapkan pada fitur text to speech
dalam aplikasi pembelajaran pengucapan kata berbahasa Arab sehari-hari.
Referensi
[1] Rohim, A.,
Ratnasari, R., Yulaika, S., Darningsih, I. Kebahasaan. 2009. [Online]
Unduh: http://www.docstoc.com/docs/25352695/PEMBELAJARAN-KEBAHASAAN
[2] Lewis, M. Paul.
Statistical Summaries. Ethnologue : Language of the World 15th ed. 2009.
[Online] Unduh: http://www.ethnologue.com/ethno_docs/distribution.asp?by=size
[3] Dahria, M., Kecerdasan
Buatan (Artificial Intelligence). Vol. 5. 185-196. 2009. [Online]
Unduh: http://lppm.trigunadharma.ac.id/public/fileJurnal/160B2-OK-Jurnal9-MD-Kecerdasan%20Buatan.pdf
[4] Akhmad, A. Teknologi
Pemrosesan Bahasa Alami sebagai Teknologi Kunci untuk Meningkatkan Cara
Interaksi antara Manusia dengan Mesin. [Online] Unduh: http://www.itb.ac.id/focus/focus_file/Pidato%20Ilmiah%20pada%20Sidang%20Terbuka%20PMB%202004.pdf
[5] Kusumadewi, S., Artificial
Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Graha Ilmu, Yogyakarta, 2003.
0 komentar:
Posting Komentar